“DAMAR” Go To Geopark

Semangatkan Harimu….

Pengertian Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. Istilah Geopark merupakan singkatan dari “Geological Park” yaitu Taman Geologi atau taman bumi.

Di dalam konsep geopark, objek warisan geologi dan pengetahuan geologi berbagi dengan masyarakat umum. Unsur geologi dan bentang alam yang terpetakan diketahui memiliki hubungan dengan aspek lingkungan alam dan budaya.
Geopark merupakan warisan geologi yang mempunyai nilai ilmiah (pengetahuan), jarang memiliki pembanding ditempat lain (langka), serta mempunyai nilai estetika dalam berbagai skala. Nilai-nilai itu menyatu membentuk kawasan yang unik. Selain menjadi tempat kunjungan dan objek rekreasi alam-budaya, geopark juga berfungsisebagai kawasan lindung dan sebagai situs pengembangan ilmu pengetahuan kebumian. (Sumber : Berbagai sumber)

Kali ini Komunitas Belajar “DAMAR” berkesempatan melakukan perjalanan untuk bisa melihat, mengenal dan belajar langsung mengenai Geopark. Tepatnya adalah Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Perjalanan yang ditempuh oleh tim Komunitas Belajar “Damar”, menghabiskan waktu kurang lebih 5 Jam sampai di Cinagen Jampang Kulon dengan titik start Cibinong Kab.Bogor.

Tim bermalam di kediaman salah seorang anggota Tim Damar. Sambil istirahat, tim mencoba menggali informasi awal untuk mengenali tentang wilayah Geopark Ciletuh. Beberapa data informasi mulai dari kondisi jalur lintasan menuju Geopark Ciletuh, budaya dan sejarah lainnya yang kami peroleh secara umum dari beberapa sumber yang salah satunya adalah tuan rumah yang kami singgahi untuk beristirahat.

Tidak terasa waktu pun semakin malam, kamipun akhirnya merebahkan badan dengan mata terpejam. Singkat cerita, pagipun datang dan kamipun terbangun dari tidur. Satu persatu saling menyapa “Semangatkan Harimu”

Satu slogan yang selalu menjadikan semangat dalam perjalanan kami.
Tepat pukul 08.30 WIB, menu makan pagi telah tersajikan. Wah…pastinya ini ga bisa dibiarkan lama lama ” Sikattttttttt”. Semua fokus pada sajian menu makan pagi itu.

Selesai kami menikmati makan pagi, tepat pukul 09.15 WIB. Kamipun kembali melanjutkan perjalanan menuju Geopark Ciletuh. Perjalanan cukup panjang menuju lokasi dengan medan lalan lintasan yang bervariasi mulai dari aspal dan batuan kami lalui. Ada cerita sedikit cerita lucu, perjalanan berubah dari tujuan awal berbelok ke arah yang tidak dituju (judulnya nyasar dikit..hehe). Tapi kamipun akhirnya kembali kejalan yang benar. Dan tepat pukul 11.45 kami tiba di gerbang Geopark-Ciletuh tepatnya di Desa Ciemas Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi. Sejenak kami istirahat, sebagian seperti biasa mengambil gambar melalui jepretan kameranya.

Kurang lebih 15 menit kami lanjutkan perjalan. Sambil menikmati suasana pedesaan. Dan akhirnya kamipun tiba dan melihat beberapa lokasi mulai dari Panenjoan, Puncak Manik, Pantai Ciwaru, Curug Cimarinjing dan Puncak Darma. Tentunya perjalanan yang paling menguji adrenalin bagi kami adalah jalur menuju puncak darma..jalan berbatu dan tanjakan serta tikungan membutuhkan konsentrasi penuh. Lelah ya Tapi setibanya di Puncak Darma, lelah terbayarkan oleh sajian Panorama yang luar biasa indah dipandang. Ucapan pertama rasa takjub akan kebesaran Allah menjadi pembuka perbincangan kami. 

Kurang lebih 2 Jam kami berada diPuncak Darma, setelah kami berdiskusi dengan salah satu masyarakat yang ada disekitar. Cerita Sejarah dan Budaya dari berbagai objeck dikuasainya. Terimakasih Kang berbagi pengetahuan dengan kami….

Hari mulai sore waktu menunjukan jam 16.00 WIB. Kamipun memutuskan untuk kembali turun dari Puncak Damar. Jalur yang akan kami lalui adalah jalur yang pada saat kami naik tadi. Ga usah diceritain ya…yang pasti JUARA perjalanannya.

Tibalah kami di bawah persis dekat dengan Curug Cimarinjing. Curug Cimarinjing yang punya keunikan dan cerita sejarah tersendiri tapi saling berkaitan dengan Curug curug yang lainnya. Yang secara keseluruhan menjadi kaya akan sejarah budaya. 

Nampak matahari mulai menyembunyikan dirinya diupuk timur. Pancaran Sunset menampakan keindahan tersendiri yang didukung dengan panorama pantai dan sawah sawah serta pohon pohon disekitarnya.

Tidak lama kami menikmati suasana itu. Pukul 17.45 WIB, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Cinagen – Jampang Kulon tempat kami bermalam. Tiba lah kami di rumah 421 sekitar pukul 19.20 WIB. Rasa lelah dan keseruan perjalanan bercampur menjadi satu, sehingga suasana di 421 menjadi “nano nano”.
Sambil istirahat tidak putusnya kami bercerita siang tadi, canda tawa mewarnai waktu istirahat kami.

Serunya perjalanan itu tentu ada pembelajarannya dan pasti kami kembali.
“Berbuatlah yang terbaik dimana saja dan Belajarlah tentang apa saja selama itu baik”
(dhm.dmr-10/06/2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s